Selasa, 15 Desember 2009

Museum Renon

Museum Renon atau bisa disebut Museum Perjuangan Rakyat Bali adalah tempat wisata pertama kali yang saya kunjungi ketika tiba di Bali. Monumen ini di dirikan pada tahun 1980 yakni dari ide Dr. Ida Bagus Mantra yang mana saat itu adalah Gubernur Bali. Ide itu di keluarkan tentang museum dan monumen untuk perjuangan rakyat Bali. Lalu pada tahun 1981 diadakan sayembara desain monumen di dimenangkan oleh Ida Bagus Yadnya, mahasiswa arsitektur Fakultas Teknik Universitas Udayana. Lalu pada tahun 1988 merupakan peletakan batu pertama dan baru selesai kurang lebih 13 tahun pembangunan monumen selesai. Tahun 2001, bangunan fisik monumen telah selesai. kemudian pengisian dan penataan lingkungan monumen dilakukan. Dan dibuka secara umum pada bulan Juni 2003 dilakukan oleh Presiden RI yakni Ibu Megawati Soekarnoputri. Monumen terletak di kawasan Lapangan Renon dan menarik perhatian bagi semua orang karena tempat nya terawat dan menara yang tinggi serta arsitektur khas bali yang menakjubkan. Lokasi ini di depan Gedung kantor Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Bali di lapangan Renon Nitimandala. Tempat dimana pertempuran para rakyat Bali melawan pasukan penjajah. Perang ini disebut dengan “Perang Puputan”. Dan monumen ini di dirikan untuk menghormati para pahlawan dan penghormatan atas perjuangan rakyat Bali. .


Untuk tiket masuk saya mengeluarkan kocek 10 ribu untuk dua orang, jadi setiap orang dewasa @ Rp. 5.000,-. Harga tiket masuk sangat variatif, karena dibedakan untuk turis domestik dan turis mancanegara.Setelah masuk melewati gapura sebagai pintu masuk, sungguh sangat besar dan luas. Monumen ini berada diluas tanah 138.830 meter persegi dan luas bangunan 4.900 meter persegi. Untuk masalah koleksi monumen ini adalah menampilkan perjuangan rakyat Bali. Terdapat 17 dioarama yang ada di monumen yang terletak di Jalan Raya Puputan Niti Mandala ini. Diantaranya mengisahkan perjuangan di zaman kerajaan di Bali saat menentang penjajahan.

Disini ada miniatur dan catatan sejarah yang menjelaskan perjuangan rakyat Bali sewaktu menentang penjajahan, lukisan khas Bali, perpustakaan, tempat belanja makanan khas Bali dan kerajinan Bali. Kemudian bila anda menaiki di menara yang tingginya puluhan meter, bisa mendapatkan pemandangan segala penjuru kota Denpasar.Sungguh tempat yang menyenangkan

Sabtu, 14 November 2009

Tari Kecak

Kecak adalah pertunjukan seni khas Bali yang diciptakan pada tahun 1930-an dan dimainkan terutama oleh laki-laki. Tarian ini dipertunjukkan oleh banyak (puluhan atau lebih) penari laki-laki yang duduk berbaris melingkar dan dengan irama tertentu menyerukan “cak” dan mengangkat kedua lengan, menggambarkan kisah Ramayana saat barisan kera membantu Rama melawan Rahwana. Namun demikian, Kecak berasal dari ritual sanghyang, yaitu tradisi tarian yang penarinya akan berada pada kondisi tidak sadar, melakukan komunikasi dengan Tuhan atau roh para leluhur dan kemudian menyampaikan harapan-harapannya kepada masyarakat.

Para penari yang duduk melingkar tersebut mengenakan kain kotak-kotak seperti papan catur melingkari pinggang mereka. Selain para penari itu, ada pula para penari lain yang memerankan tokoh-tokoh Ramayana seperti Rama, Shinta, Hanoman, dan Sugriwa.Lagu tari Kecak diambil dari ritual tarian sanghyang. Selain itu, tidak digunakan alat musik. Hanya digunakan kincringan yang dikenakan pada kaki penari yang memerankan tokoh-tokoh Ramayana.

Sekitar tahun 1930-an Wayan Limbak bekerja sama dengan pelukis Jerman Walter Spies menciptakan tari Kecak berdasarkan tradisi Sanghyang dan bagian-bagian kisah Ramayana. Wayan Limbak mempopulerkan tari ini saat berkeliling dunia bersama rombongan penari Bali-nya.

Kamis, 12 November 2009

Tari Barong

Tarian ini merupakan peninggalan kebudayaan Pra Hindu yang menggunakan boneka berwujud binatang berkaki empat atau manusia purba yang memiliki kekuatan magis.

Topeng Barong dibuat dari kayu yang diambil dari tempat-tempat angker seperti kuburan, oleh sebab itu Barong merupakan benda sakral yang sangat disucikan oleh masyarakat Hindu di Bali. Pertunjukan tari ini dengan atau tanpa lakon, selalu diawali dengan pertunjukan pembuka, yang diiringi dengan gamelan. Ada beberapa jenis tari barong namun yang sering dipentaskan untuk konsumsi pariwisata yaitu jenis Baring Ket. Sakralisasi Barong & Rangda klik di sini

tari barongBarong Ket atau Barong Keket adalah tari Barong yang paling banyak terdapat di Bali dan paling sering dipentaskan serta memiliki pebendaharaan gerak tari yang lengkap. Dari wujudnya, Barong Ket ini merupakan perpaduan antara singa, macan, sapi atau boma. Badan Barong ini dihiasi dengan ukiran-ukiran dibuat dari kulit, ditempel kaca cermin yang berkilauan dan bulunya dibuat dari perasok (serat dari daun sejenis tanaman mirip pandan), ijuk atau ada pula dari bulu burung gagak.

Untuk menarikannya Barong ini diusung oleh dua orang penari yang disebut Juru Saluk / Juru Bapang, satu penari di bagian kepala dan yang lainnya di bagian pantat dan ekornya. Tari Barong Keket ini melukiskan tentang pertarungan tanpa akhir antara kebajikan (dharma) dan keburukan (adharma) yang merupakan paduan yang selalu berlawanan (rwa bhineda).

Selasa, 10 November 2009

Pulau Penyu



Pulau Penyu terletak di desa Tanjung Benoa, sekitar 25 menit drive dari Kuta. Dinamai pulau penyu, karena lokasi ini oleh warga sekitar dijadikan sebagai tempat penangkaran penyu. Ceritanya, hewan penyu era th 1990-an hampir mencapai kepunahannya di Bali. Orang Bali gemar sekali makan daging penyu, karena rasanya enak banget. Belum lagi kalau ada ritual di pura, Penyu adalah salah satu hewan kurban yg wajib ada dan juga wajib untuk dijadikan lawar (makanan khas Bali). Akibatnya, populasi penyu mengalami kemerosotan yg sangat drastis, bahkan nyaris punah. Pemerintah kemudian membuat larangan penangkapan dan jual beli penyu dengan alasan apapun. Kalau itu utk ritual di pura, hanya diperkenankan utk pura2 besar saja dan ritual keagamaan yg bersifat besar, dan hanya 1 ekor saja yg kecil.
Masyarakat Tanjung Benoa sebelum aturan itu dibuat sudah berinisiatif sendiri melakukan konservasi thd satwa penyu. Kebetulan diareal mereka ada sebuah daratan timbul berupa hamparan pasir yg dikelilingi oleh rawa-rawa. Saat air pasang, daratan ini tertutup oleh air laut. Dipilihlah tempat ini sebagai lokasi penangkaran yg sesuai, karena penyu mutlak perlu air laut utk habitat hidupnya, beda dengan kura-kura. Sekali lagi, penyu TIDAK SAMA dengan Kura-kura, beda banget. Kura-kura menggigit, penyu tidak sama sekali. Kura-kura makanannya daging, penyu hanya rumput laut saja. Jadi penyu itu sangat sangat jinak banget. Penyu di lokasi ini populasinya semakin meningkat. Pada saat musim kawin, telur-telur yg ada diselamatkan oleh warga dan ditetaskan. Tukik (anak penyu) yg berumur 1 bulan, kira2 50%-nya dilepas kelaut bebas. Sisanya dipelihara utk dibesarkan kembali. Kalau dilepas semua, tukik2 ini kemungkinan akan mati dimangsa predator lain dialam. Kira-kira setelah berumur 1 tahun, 1/2 dari sisa 50% td yg masih hidup akan dilepas kembali ke laut. Sisanya baru dipelihara utk dijadikan indukan.Untuk mencapai lokasi ini harus menaiki perahu dari pesisir pantai Tanjung Benoa. Perahunya adalah GLASS BOTTOM yg ada kaca dibawahnya.

Sebelum menuju pulau penyu, anda akan diajak melihat pemandangan bawah laut Nusa Dua yg indah, penuh dengan ikan-ikan hias dan batu koral. Sambil melemparkan roti yg telah disiapkan oleh sopir boat, anda akan bermain-main dengan beraneka ragam ikan hias disini. Ikan disini hanya suka roti, ga doyan yg lainnya hehehe…Setelah puas, baru diajak jalan ke pulau penyu yg ditempuh hanya dengan 10 menit saja. Di Pulau Penyu, anda akan dipandu oleh warga lokal sambil diajak berkeliling melihat penyu-penyu yg ada. Anda bebas untuk berfoto dengan penyu yg manapun disini. Dari mulai anakan sampai indukannya. Disini juga ada beberapa hewan lain spt burung elang laut, rangkong, kelelawar, dan ular yg sudah jinak dan bisa dipegang sambil anda difoto. Kalau haus, jangan khawatir, kelapa muda tersedia untuk anda disini. Sebelum meninggalkan pulau penyu, kerelaan anda berupa donation sangat diharapkan utk bisa membantu warga setempat membeli makanan penyu-penyu yg ada.

Tanah Lot, Is The Best

Tanah Lot ttg ULAR penjaga areal tsb. Kalo anda pernah ke Tanah Lot, didepan areal pura, tepatnya dibawah goa karang, anda akan menemukan bapak-bapak yg duduk sambil membawa lampu senter didalam goa. Nah disitulah terdapat Ular suci atau Holy Snake… Ular tsb sebenarnya adalah jenis Ular Laut yg berwarna hitam putih. Lihat saja ekornya, pasti pipih seperti halnya jenis ular laut yg lain. Besarnya kira2 sekitar jempol tangan orang dewasa saja dan tidak terlalu panjang. Biasanya muncul disana 2 ekor, kadang 3 ekor saja, bahkan saat-saat tertentu bisa mencapai 5 ekor.

Yg saya tahu, jenis ular laut termasuk ular yg mematikan, racunnya lebih ganas daripada cobra. Tapi yg di Tanah lot ini sangat jinak, bisa dipegang dan dielus. Ular ini disebut dgn Ular Suci karena diyakini bahwa mereka ditugaskan utk menjaga areal Pura Tanah Lot. Dari story yg saya denger, induk ular ini dulunya adalah IKAT PINGGANG dari Dang Hyang Nirartha (Dang Hyang Dwijendra) yg merupakan pendeta suci dari Jawa. Dalam perjalanan Beliau keliling Bali, Beliau sempat singgah di Tanah Lot dan mengajarkan agama Hindu Siwa kpd penduduk sekitar yg notabene adalah kaum nelayan. Disamping itu, Beliau juga memberikan pengobatan kepada masyarakat setempat. Saat akan meninggalkan Pura Tanah Lot, Beliau menaruh ikat pinggangnya sebagai bukti bahwa Beliau pernah singgah disana, sekaligus dijadikan oleh Beliau ikat pinggang itu dijadikan penjaga pura.

Ada satu mitos yg kebenarannya terserah kepada kita, jika orang yg sedang pacaran dan membawa pacarnya berkunjung ke Tanah Lot dan melihat ular tsb, akan mengakibatkan bubarnya hubungan pacaran tsb. Percaya atau tidak. Tapi jika anda tidak membawa pacar, dalam arti sendiri atau pacarnya ga ikut, atau bawa keluarga dan teman, silahkan melihat ular itu dan memegangnya sambil berdoa dalam hati. Mudah2an doa anda tsb terkabul. Jangan lupa menaruh sedikit uang untuk donation di kotak yg telah disediakan disana. Tapi sekali lagi ini hanya mitos, mau percaya yah silahkan, enggak percaya-pun no problem

Di sini ada dua pura yang terletak di di atas batu besar. Satu tertelak bener2 di atas bongkahan batu dan satunya terletak di atas tebing mirip dengan Pura Uluwatu. Bahkan pada hari yang terang (laut tidak berkabut, cerah lah) kamu bisa melihat Pura Uluwatu dari sini. Pura Tanah Lot ini merupakan bagian dari pura Sad Kahyangan, yaitu pura-pura yang merupakan sendi-sendi Pulau Bali. Dan Pura Tanah Lot merupakan pura laut tempat pemujaan dewa-dewa penjaga laut.

Menurut legenda, pura ini dibangun oleh seorang brahmana yang mengembara dari Jawa. Beliau adalah Sanghyang Nirantha yang berhasil menguatkan kepercayaan penduduk Bali akan ajaran Hindu dan membangun Sad Kahyangan tersebut pada abad ke-16. Pada saat itu penguasa Tanah Lot, Bendesa Beraben, iri terhadap beliau karena para pengikutnya mulai meninggalkannya dan mengikuti Sanghyang Nirantha.

Bendesa Beraben menyuruh Sanghyang Nirantha untuk meninggalkan Tanah Lot. Beliau menyanggupi dan sebelum meninggalkan Tanah Lot beliau dengan kekuatannya memindahkan Bongkahan Batu ke tengah pantai (bukan ke tengah laut) dan membangun pura disana.

Beliau juga mengubah selendangnya menjadi ular penjaga pura. Ular ini masih ada sampai sekarang dan secara ilmiah ular ini termasuk jenis ular laut yang mempunyai ciri-ciri berekor pipih seperti ikan, warna hitam berbelang kuning dan mempunyai racun 3 kali lebih kuat dari ular cobra. Akhir dari legenda menyebutkan bahwa Bendesa Beraben’akhirny’ menjadi pengikut Sanghyang Nirantha.

Disebelah utara Pura Tanah Lot terdapat sebuah pura yang terletak di atas tebing yang menjorok ke laut. Tebing ini menghubungkan pura dengan daratan dan berbentuk seperti jembatan, melengkung gitu. Apabila kamu turun ke pantai antara Pura Tanah Lot dengan tebing, maka pada bulan tertentu kamu akan menyaksikan sunset terhebat versi gue. Bola matahari yang berwarna merah akan tepat berada di lobang tebing. Seperti mata yang lelah memandang dunia. Sayang nya pemandangan ini cuman ada pada bulan-bulan tertentu yaitu saat matahari tenggelam condong ke utara.

Pantai Sanur

Pelancongan pariwisata yang terkenal di pulau Bali. Tempat ini letaknya adalah persis di sebelah timur kota Denpasar, ibukota Bali. Sanur berada di Kabupaten Badung.Pantai Sanur terutama adalah lokasi untuk berselancar (surfing). Terutama ombak pantai Sanur sudah termasyhur di antara para wisatawan mancanegara. Tak jauh lepas Pantai Sanur terdapat juga lokasi wisata selam dan snorkeling. Oleh karena kondisinya yang ramah, lokasi selam ini dapat digunakan oleh para penyelam dari semua tingkatan keahlian.

Pantai Sanur juga dikenal sebagai Sunrise beach (pantai matahari terbit) sebagai lawan dari Pantai Kuta.

Pantai Sanur jaraknya 6 Km dari pusat kota Denpasar, dapat dicapai dengan mobil, sepeda motor atau kendaraan umum yang menghubungkan pantai Sanur dengan Kota Denoasar. Kendaraan umum sangat ramai mondar-mandir antara Sanur-Denpasar, sehingga tidak ada kesulitan masalah angkutan. Pantai Sanur sangat ramai dikunjungi oleh wisatawan Mancanegara oleh wisatawan Mancanegara maupun Nusantara.

Hari Minggu dan hari libur, tempat itu menjadi pilihan penduduk kota Denpasar untuk rekreasi sambil mandi di laut. Pada hari bulan Purnama malamnya banyak orang datang santai dan mandi ke sana, sambil melihat keindahan pantai di malam hari. Selain pantainya Museum Le Mayeur juga banyak menari minat wisatawan.